Senin, 02 Juli 2012

Hasil Pekerjaanmu, Atas Namaku...

Teruntuk perempuan yang pernah tersesat dan kesulitan untuk membedakan antara kanan dan kiri.

Tahukah kamu, aku pernah enggan membuat suatu ikatan denganmu. Bukan apa-apa itu karena hatiku sudah rusak, sudah tak utuh dan bahkan sulit untuk mengidentifikasi bentuk dan isinya. Aku tak ingin memberikan sesuatu yang mungkin tidak layak untuk kuberikan. Tak etis, menurutku jika kuberikan kau sesuatu yang kurang berharga.

Tapi, apa yang kau lakukan? kau tetap memintanya. Sesuatu yang jika salah menggenggam sedikit saja akan jatuh berhamburan. Kau menawarkan diri untuk menerima itu, tanpa kecuali. Dan bahkan berjanji untuk memperbaikinya. Apa aku semudah itu percaya? Tidak. Aku saja tak yakin bisa kembali utuh dan berfungsi dengan selayaknya. 

Dengan sabar kau membujukku untuk mempercayakan padamu, untuk kau perbaiki. Luluh sudah aku dengan tatapan polosmu. Kuberikan dalam kantung kertas berisi serpihan yang mungkin tak lengkap. Kutitipkan sesuatu milikku yang pernah dengan bangga kupamerkan yang kini dengan keadaan, yah… seperti itulah adanya. Anehnya, kau menerima nya dengan mata berbinar. Dan dengan yakin kau mengatakan “pasti akan kuperbaiki”.

Sesekali aku mengecek pekerjaanmu, apakah ada kesulitan dengan itu. Dengan mantap kau tersenyum seperti sedang mengusahakan dengan sebaik mungkin. Sedikit demi sedikit terlihat semakin baik. Aku tersenyum, kau memegang janjimu. 

Aku berjanji, saat hati itu sudah selesai dengan bentuknya yang baru, akan kuberikan untukmu selamanya. Hasil pekerjaanmu, atas namaku, dan dengan rencana Tuhan yang kita tahu selalu dengan alasan tertentu.

Lantai 2 kamar
02 juli 2012

Minggu, 01 Juli 2012

Halaman Yang Terabaikan

Lama juga tak ku kunjungi halaman ini. Sedikit bersin aku ketika membuka jalan masuknya, huff… Debu kata yang menumpuk, sampah alinea berserakan. Tuan laba-laba pun sudah menganggap ini sebagai daerah jajahannya, sarangnya cukup memenuhi sudut-sudut ruangan. Suatu tempat yang dulu begitu sering kukunjungi, kini mulai terabaikan karena kesibukanku. Bukan sibuk juga sebenarnya, tapi aku kurang meluangkan waktu saja bermain kesini. Tempat dimana aku melarikan diri dari segala hal, saat sedih, senang, maupun biasa saja. Sering ku bercerita di sini, menulis apa saja, bahkan hal bodoh pun ku tulis. Miris juga melihat tempat ini jadi terbengkalai begini. Oke, saatnya bersih-bersih. Halaman ini harus kembali seperti dulu, agar teman yang berkunjung pun dapat ikut menikmati.